Animo luar biasa masyarakat sepakbola didaratan Kalimantan khususnya
wilayah selatan, mendorong Martapura FC fokus melompat ke Divisi Utama
Liga Indonesia musim mendatang. Mencoba mengikuti jejak saudara tua,
Barito Putera yang sudah berlaga di Indonesia Super League (ISL).
Perburuan tiket promosi dari kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2013
coba di optimalkan. Martapura FC sendiri, musim ini memastikan promosi
ke Divisi I setelah sebelumnya sukses memastikan lolos ke babak 10 besar
Divisi II Liga Indonesia 2012.
“Animo masyarakat luar biasa,
bahkan stadion kami kadang tidak cukup menampung suporter yang ingin
menonton langsung. Bahkan lebih sering stadion jebol. Saat ini kami
sedang mencoba mengoptimalkan pemasukan tiket untuk mensuport pendanaan
bagi tim,” ujar Said perwakilan manajemen Martapura FC di Jakarta
beberapa waktu lalu.
Bukan hanya berbicara bagaimana
mengoptimalkan roda perekonomian klub, pihak manajemen sejak beberapa
tahun terakhir juga sudah konsen membina dan memperhatikan kesejahteraan
pemain.
Bukan hanya merumput membawa panji Martapura FC,
mayoritas pemain juga diberi jaminan menjadi karyawan di beberapa kolega
klub.“Selain pembinaan sepakbola, kami juga berbicara masa depan
pemain. Selain beasiswa bagi yang ingin kuliah, hampir mayoritas pemain
juga kami salurkan menjadi karyawan di beberapa rekanan. Pada satu
titik, nanti pemain kami persilahkan memilih, terus bermain, kuliah atau
bekerja,” jelasnya lebih jauh.
Martapura FC sendiri di babak 10
Besar Divisi II Liga Indonesia 2012 gagal melenggang hingga babak
puncak. Dari empat laga Grup K bersama Persinab Nabire, Maung Bandung,
Tunas Jogja, dan PS Markuban, Martapura FC hanya finis ketiga.
Tampil
sebagai kampium Divisi II adalah Persinab, setelah pada partai puncak
sukses menundukan juara Grup J, Persekap Kapuas dengan skor 3-1, di
Stadion Lebak Bulus, Jakarta pada 6 Februari lalu
sumber: jakartamatadorfc.co.id
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar